![]() |
| Gambar : Ilustrasi Logika vs Clickbait |
Di zaman digital yang penuh dengan teknologi canggih seperti sekarang ini, siapa yang tidak menggunakan Handphone (Telepon Genggam)?
Pastinya hampir semua dari kita membaca tulisan ini menggunakan HP kan? Tidak hanya sampai disitu, perkembangan zaman kini sudah semakin edan, mulai dari belanja, pesen makan, pekerjaan sampai cari gebetan semuanya udah bisa dilakukan menggunakan HP melalui berbagai Aplikasi didalamnya.
Tapi, tahu ga sih, kalau makin canggih teknologinya maka makin kreatif juga
cara penipu (Scammer) untuk melakukan kejahatannya? Pastinya kamu gamau kan
saldo direkening mu tiba-tiba ludes, atau tiba-tiba ada yang menggunakan
identitas kamu untuk menipu orang lain, kemudian kamu diminta bertanggung jawab
atas kejahatan yang sama sekali ga kamu lakuin kan?
Nah, di artikel ini saya akan berbagi sedikit tips yang mudah untuk dilakukan
semua orang agar terhindar dari para Scammer biadap yang suka mencuri data pribadi
dan melakukan penipuan.
1. Membongkar Kedok Phishing (Link Palsu)
Phishing adalah teknik paling klasik
tapi paling sering memakan korban. Cara kerjanya adalah Penipu menyamar sebagai
instansi resmi (Bank, Kantor Pajak, Kurir, Media, dan lainnya) untuk mencuri
kredensialmu.
Contohnya :
Kamu dapet WhatsApp dari nomor yang
profilnya logo kurir paket ternama. Isinya: "Paket Anda tertahan karena
alamat kurang lengkap, silakan cek detailnya di aplikasi ini: cek_paket_JNE.apk atau klik link bit.ly/update-alamat-jne."
Atau kamu
diarahkan untuk klik mendownload file yang katanya berisi informasi mengapa
paket mu tertahan dengan nama filenya : cekpaket.apk
Cara Mengatasi:
1. Jangan unduh file berekstensi .apk
File berekstensi .apk di akhir pada Android adalah aplikasi. Kalau kamu instal,
penipu bisa baca SMS dan curi kode OTP bank kamu.
Sederhananya, ekstensi adalah
identitas dari sebuah file, yang terletak di di akhir nama file. Selain menjadi
identitas file, fungsi lain dari ekstensi adalah memudahkan pengguna handphone/komputer
dalam mengetahui aplikasi atau program apa yang bisa digunakan untuk membuka
file tersebut.
Whatsapp adalah salah satu aplikasi
yang dapat mengirim, menerima dan membuka berbagai macam ekstensi, seperti .apk
(aplikasi) .pdf (untuk dokumen) dan berbagai ekstensi lainnya. Kalau kamu minim
literasi tentang digital, jangan mudah mengikuti arahan orang yang tak dikenal
melalui Whatsapp,, kamu harus tahu diri dan tidak mencoba-coba hal demikian.
2. Cek Link Asli
Jangan kamu
klik link tersebut sebelum kamu cek apakah benar alamat link (domain) nya benar
dan sesuai dengan aplikasi paket yang kamu gunakan.
Domain
adalah sebuah alamat atau nama yang unik untuk mengakses sebuah website,
misalnya bengkelkita.com, “bengkelkita” adalah nama websitenya atau alamatnya, “.com”
adalah domain nya yang biasanya digunakan oleh Company (Perusahaan). Domain biasanya merepresentasikan sebuah
bisnis, perusahaan, institusi, atau bahkan individu.
Identifikasi domain itu gampang banget, kamu tinggal fahami singkatannya dalam Bahasa inggris, seperti :
.com=company , biasa digunakan untuk domain perusahaan, media berita, organisasi dan lainnya.
.co=corporation , biasa digunakan untuk perusahaan besar dan resmi sebagai alamat domain.
.id=indonesian domain . biasa digunakan untuk website pribadi yang beralamat di indonesia.
.co.id=corporation Indonesian , biasa digunakan untuk perusahaan Indonesia, biasanya melalui verifikasi khusus.
.go=government , biasa digunakan untuk alamat domain pemerintahan.
.go.id=government Indonesian , adalah domain resmi instansi pemerintahan Indonesia.
.org=organization , biasa digunakan untuk domain organisasi atau lembaga.
.mil=military , biasa digunakan untuk domain instansi militer.
.mil.id=military indonesian , domain resmi instansi militer Indonesia.
Nah biasanya
penipu itu menggunakan domain aneh yang dibuat semirip mungkin dengan website
aslinya, pada contoh ini penipu mencoba mengarahkan kita untuk mengklik link
website JNE. Nah untuk mengidentifikasinya, kamu tinggal buka google, ketik “alamat
link JNE’ maka nanti akan muncul jawaban googlenya dengan memunculkan website
yang benar berada paling atas yaitu JNE.CO.ID.
Nah jika
sudah mengetahui alamat domain aslinya, kamu cocokkan dengan yang dikirimkan
penipu, jika berbeda, jangan di klik karena sudah pasti itu penipuan. Apalagi jika
kamu ga pernah merasa memesan paket, jangan diklik.
Kalaupun kamu
merasa memesan paket, alangkah baiknya cek saja melalui aplikasi pemesanan yang
kamu gunakan saja, jangan pernah percaya jika diminta klik link atau buka
aplikasi lain.
2.
Mengamankan Akun dengan Password Manager & 2FA (Two-Factor
Authentication)
Banyak orang pakai password yang
sama untuk Instagram, Mobile Banking, dan Email. Ada juga orang membuat password
hanya dengan kombinasi nama dan tanggal lahir. tanpa disadari, ini bahaya
banget, kebanyakan penipu mudah mendapatkan password dengan mencoba kombinasi
tersebut, apalagi jika ada satu password yang bocor, itu juga bisa jadi pintu
masuk penipu untuk meretas akun social media kita.
Contoh :
Database sebuah situs belanja online
(Shopee misalnya) tempat kamu pernah daftar bocor (data breach). Hacker dapet
email dan password kamu, lalu mereka mencoba kombinasi itu ke akun Bank atau
Gmail kamu.
Cara mengatasinya :
Gunakan Password Rumit
Kamu harus gunakan password rumit
dengan kombinasi huruf dan angka yang hanya kamu sendiri yang tahu, hindari
gunakan kombinasi nama dan tanggal lahir karna itu rentan diretas.
Setup Authenticator App
Untuk kamu
pengguna Whatsapp, gunakan verifikasi 2 langkah untuk menghindari adanya
peretasan. Kamu bisa mengatur dengan pin ataupun verifikasi melalui SMS dan
Google Authenticator.
Contoh,
kita ingin mengamankan akun Instagram kita maka yang harus kita lakukan adalah
buka pengaturan akun > Security
> Two-Factor Authentication > Pilih Authentication App.
Dengan ini, meskipun hacker tahu passwordmu, mereka tetap butuh kode 6 angka
yang berubah tiap 30 detik di HP-mu.
Kamu bisa belajar langkah untuk
aktifkan verifikasi 2 langkah di berbagai akun social media kamu melalui
platform youtube, google dan chatgpt.
3. Waspada Social Engineering (Manipulasi Psikologis)
Ini bukan serangan ke sistem, tapi
serangan ke mental kamu. Penipu akan membuatmu merasa panik atau sangat senang.
Skenario Contoh :
Kamu ditelepon orang yang mengaku
dari Customer Service bank. Dia bilang ada transaksi mencurigakan sebesar 5
juta rupiah di akunmu. Kamu panik, lalu dia bilang, "Untuk membatalkan,
sebutkan kode yang baru saja masuk ke SMS Anda."
Cara Mengatasi :
Prinsip "Zero Trust"
Jangan
pernah percaya siapa pun yang meminta kode OTP, PIN, atau data kartu (CVC).
Pihak bank asli tidak akan pernah menanyakan itu, begitupun dengan kantor
pajak, pemerintahan dan lainnya. Tidak akan ada pihak resmi yang meminta kode
melalui aplikasi Whatsapp maupun telepon.
Tutup & Hubungi Balik
Jika merasa ragu, segera tutup
teleponnya. Cari nomor resmi Call Center bank tersebut di balik kartu
ATM atau di aplikasi M-Banking kamu, lalu telepon untuk konfirmasi.
4. Bahaya Public Wi-Fi (Evil Twin Attack)
Wi-Fi gratis di kafe atau bandara
memang menggoda, tapi bisa jadi itu adalah jebakan untuk mengintip aktivitasmu.
Skenario Contoh :
Kamu connect ke Wi-Fi bernama "Free_Cafe_WiFi". Ternyata itu bukan milik kafe, tapi milik hacker yang
duduk di pojok pakai laptop. Saat kamu login ke m-banking, data kamu lewat
melalui laptop si hacker.
Cara Mengatasi:
Gunakan VPN
Jika terpaksa pakai Wi-Fi umum,
aktifkan VPN (Virtual Private Network). VPN akan mengenkripsi data kamu
sehingga hacker cuma bisa lihat kode acak yang nggak bisa dibaca.
Utamakan Data Seluler
Untuk transaksi perbankan atau
belanja, lebih aman pakai kuota internet sendiri daripada Wi-Fi gratisan, ingat
prinsip untuk tidak mempercayai siapapun dalam hal privasi.
5. Digital Footprint (Jejak Digital) di Media Sosial
Kadang kita sendiri yang kasih
"kunci" ke penipu lewat postingan kita.
Skenario Contoh
Ada tren "Add Yours" di
Instagram seperti "Sebutkan nama panggilan kamu pas kecil"
atau "Tanggal lahir dan kota asal". Data ini sering dipakai
sebagai jawaban pertanyaan keamanan (Security Questions) untuk reset password
akunmu.
Ada juga tren posting foto liburan,
kamu upload foto liburan dan tiket pesawat kamu di media social kamu. Tanpa kamu
sadari, penipu akan mengambil foto yang berisi identitas kamu pada tiket
liburan itu dan mengolah datanya untuk dia melakukan penipuan.
Cara Mengatasi:
Filter Konten
Sebelum posting, tanya ke diri
sendiri: "Apakah info ini bisa dipakai buat menebak identitas
saya?".
Privasi Akun
Sebisa mungkin kunci akun (Private)
dan hanya terima permintaan pertemanan dari orang yang benar-benar kamu kenal
di dunia nyata.
6. Pemalsuan Identitas
Jengkel ga sih, kalau tiba-tiba ada orang yang
mengaku teman chatt kamu untuk pinjam uang? Nah, motif ini seringkali digunakan
oleh para penipu dalam melakukan aksinya di media social terutama Whatsapp.
Jika ada orang yang mengaku sebagai individu yang
kamu kenal, dan ia menggunakan nama dan foto profil yang sama, pastikan itu
benar-benar orang yang kamu kenal.
Terkadang pasti bingung , kamu sudah pastikan
ternyata benar itu nomor teman kamu. Namun apakah cukup menjadi alasan kamu
kirim uang ke dia? Tentu tidak. Pastikan lagi rekeningnya itu benar nama
temanmu yang dimaksud atau bukan.
Jika sudah dipastikan rekeningnya sudah benar atas
nama teman kamu, apakah cukup untuk menjadi alasan kamu langsung transfer uang
ke dia? Ya, pastinya tidak, Hahaha.
Kamu harus minta teman kamu untuk dating langsung
bertemu dengan kamu untuk mendapatkan uang itu walaupun nanti akhirnya tetap
melalui transfer, setidaknya kamu bisa yakin bahwa itu benar teman kamu.
Kalau gamau ketemu dengan alasan lagi jauh ajak
video call, penipu tidak akan berani video call menampakkan wajah.
Jika penipu berani video call pun, biasanya ia
menggunakan AI, nah untuk identifikasinya gampang banget, kamu tinggal ajak
ngobrol dulu untuk meyakinkan bahwa benar itu temen kamu, ajak ngobrol dengan
membahas hal yang kamu dan teman kamu itu saja yang tahu, biasanya pertemanan
pasti punya rahasia kan? Pakai kode-kode Bahasa pertemanan itu, penipu ga akan
mengetahui kode rahasia pertemanan kamu.
Penipu 100% tidak akan berani untuk bertemu dengan
kamu karna, ya, penipu itu hanya mengaku sebagai teman kamu saja.
Privasi Aman, Pikiran Tenang.
Sekarang udah jelas kan? Semua penipuan
kuncinya tetap di individu kita. Kalau kita melek teknologi dan mau belajar
mengantisipasinya, kita ga akan mudah ditipu. Mulai sekarang, yuk jangan mudah
percaya dengan siapapun disosial media dan jangan pernah posting informasi
pribadi demi kebaikan kita dimasa yang akan dating.
Kalau artikel ini dirasa bermanfaat
untuk kamu, jangan lupa untuk bagikan dengan meng-klik tombol share dibawah ini
supaya banyak orang yang terhindar dari penipuan online.
Tenang, share link dibawah bukan
termasuk Scam kok, Hahaha.
Penulis : M.Alfiansyah, S.Kom
Editor : Red



