-->

Iklan

settia

Logika vs Clickbait : Jurus Ampuh Lawan Scammer Biadab

Senin, Januari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-01-13T05:49:15Z
Babelan Info
Babelan Info
Gambar : Ilustrasi Logika vs Clickbait


Di zaman digital yang penuh dengan teknologi canggih seperti sekarang ini, siapa yang tidak menggunakan Handphone (Telepon Genggam)? 


Pastinya hampir semua dari kita membaca tulisan ini menggunakan HP kan? Tidak hanya sampai disitu, perkembangan zaman kini sudah semakin edan, mulai dari belanja, pesen makan, pekerjaan sampai cari gebetan semuanya udah bisa dilakukan menggunakan HP melalui berbagai Aplikasi didalamnya.


Tapi, tahu ga sih, kalau makin canggih teknologinya maka makin kreatif juga cara penipu (Scammer) untuk melakukan kejahatannya? Pastinya kamu gamau kan saldo direkening mu tiba-tiba ludes, atau tiba-tiba ada yang menggunakan identitas kamu untuk menipu orang lain, kemudian kamu diminta bertanggung jawab atas kejahatan yang sama sekali ga kamu lakuin kan?


Nah, di artikel ini saya akan berbagi sedikit tips yang mudah untuk dilakukan semua orang agar terhindar dari para Scammer biadap yang suka mencuri data pribadi dan melakukan penipuan.



1. Membongkar Kedok Phishing (Link Palsu)


Phishing adalah teknik paling klasik tapi paling sering memakan korban. Cara kerjanya adalah Penipu menyamar sebagai instansi resmi (Bank, Kantor Pajak,  Kurir, Media, dan lainnya) untuk mencuri kredensialmu.


Contohnya :


Kamu dapet WhatsApp dari nomor yang profilnya logo kurir paket ternama. Isinya: "Paket Anda tertahan karena alamat kurang lengkap, silakan cek detailnya di aplikasi ini: cek_paket_JNE.apk atau klik link bit.ly/update-alamat-jne."


Atau kamu diarahkan untuk klik mendownload file yang katanya berisi informasi mengapa paket mu tertahan dengan nama filenya : cekpaket.apk


Cara Mengatasi:


1.     Jangan unduh file berekstensi .apk


File berekstensi .apk di akhir pada Android adalah aplikasi. Kalau kamu instal, penipu bisa baca SMS dan curi kode OTP bank kamu.


Sederhananya, ekstensi adalah identitas dari sebuah file, yang terletak di di akhir nama file. Selain menjadi identitas file, fungsi lain dari ekstensi adalah memudahkan pengguna handphone/komputer dalam mengetahui aplikasi atau program apa yang bisa digunakan untuk membuka file tersebut.


Whatsapp adalah salah satu aplikasi yang dapat mengirim, menerima dan membuka berbagai macam ekstensi, seperti .apk (aplikasi) .pdf (untuk dokumen) dan berbagai ekstensi lainnya. Kalau kamu minim literasi tentang digital, jangan mudah mengikuti arahan orang yang tak dikenal melalui Whatsapp,, kamu harus tahu diri dan tidak mencoba-coba hal demikian.


2.      Cek Link Asli


Jangan kamu klik link tersebut sebelum kamu cek apakah benar alamat link (domain) nya benar dan sesuai dengan aplikasi paket yang kamu gunakan.


Domain adalah sebuah alamat atau nama yang unik untuk mengakses sebuah website, misalnya bengkelkita.com, “bengkelkita” adalah nama websitenya atau alamatnya, “.com” adalah domain nya yang biasanya digunakan oleh Company (Perusahaan).  Domain biasanya merepresentasikan sebuah bisnis, perusahaan, institusi, atau bahkan individu.


Identifikasi domain itu gampang banget, kamu tinggal fahami singkatannya dalam Bahasa inggris, seperti  :


.com=company , biasa digunakan untuk domain perusahaan, media berita, organisasi dan lainnya.


.co=corporation , biasa digunakan untuk perusahaan besar dan resmi sebagai alamat domain.


.id=indonesian domain . biasa digunakan untuk website pribadi yang beralamat di indonesia.


.co.id=corporation Indonesian , biasa digunakan untuk perusahaan Indonesia, biasanya melalui verifikasi khusus.


.go=government , biasa digunakan untuk alamat domain pemerintahan.


.go.id=government Indonesian , adalah domain resmi instansi pemerintahan Indonesia.


.org=organization , biasa digunakan untuk domain organisasi atau lembaga.


.mil=military , biasa digunakan untuk domain instansi militer.


.mil.id=military indonesian , domain resmi instansi militer Indonesia.




Nah biasanya penipu itu menggunakan domain aneh yang dibuat semirip mungkin dengan website aslinya, pada contoh ini penipu mencoba mengarahkan kita untuk mengklik link website JNE. Nah untuk mengidentifikasinya, kamu tinggal buka google, ketik “alamat link JNE’ maka nanti akan muncul jawaban googlenya dengan memunculkan website yang benar berada paling atas yaitu JNE.CO.ID.


Nah jika sudah mengetahui alamat domain aslinya, kamu cocokkan dengan yang dikirimkan penipu, jika berbeda, jangan di klik karena sudah pasti itu penipuan. Apalagi jika kamu ga pernah merasa memesan paket, jangan diklik.


Kalaupun kamu merasa memesan paket, alangkah baiknya cek saja melalui aplikasi pemesanan yang kamu gunakan saja, jangan pernah percaya jika diminta klik link atau buka aplikasi lain.



2. Mengamankan Akun dengan Password Manager & 2FA (Two-Factor Authentication)


Banyak orang pakai password yang sama untuk Instagram, Mobile Banking, dan Email. Ada juga orang membuat password hanya dengan kombinasi nama dan tanggal lahir. tanpa disadari, ini bahaya banget, kebanyakan penipu mudah mendapatkan password dengan mencoba kombinasi tersebut, apalagi jika ada satu password yang bocor, itu juga bisa jadi pintu masuk penipu untuk meretas akun social media kita.

Contoh :

Database sebuah situs belanja online (Shopee misalnya) tempat kamu pernah daftar bocor (data breach). Hacker dapet email dan password kamu, lalu mereka mencoba kombinasi itu ke akun Bank atau Gmail kamu.

Cara mengatasinya :


Gunakan Password Rumit


Kamu harus gunakan password rumit dengan kombinasi huruf dan angka yang hanya kamu sendiri yang tahu, hindari gunakan kombinasi nama dan tanggal lahir karna itu rentan diretas.


Setup Authenticator App


Untuk kamu pengguna Whatsapp, gunakan verifikasi 2 langkah untuk menghindari adanya peretasan. Kamu bisa mengatur dengan pin ataupun verifikasi melalui SMS dan Google Authenticator.


Contoh, kita ingin mengamankan akun Instagram kita maka yang harus kita lakukan adalah buka pengaturan akun > Security > Two-Factor Authentication > Pilih Authentication App. Dengan ini, meskipun hacker tahu passwordmu, mereka tetap butuh kode 6 angka yang berubah tiap 30 detik di HP-mu.


Kamu bisa belajar langkah untuk aktifkan verifikasi 2 langkah di berbagai akun social media kamu melalui platform youtube, google dan chatgpt.



3. Waspada Social Engineering (Manipulasi Psikologis)


Ini bukan serangan ke sistem, tapi serangan ke mental kamu. Penipu akan membuatmu merasa panik atau sangat senang.


Skenario Contoh :


Kamu ditelepon orang yang mengaku dari Customer Service bank. Dia bilang ada transaksi mencurigakan sebesar 5 juta rupiah di akunmu. Kamu panik, lalu dia bilang, "Untuk membatalkan, sebutkan kode yang baru saja masuk ke SMS Anda."


Cara Mengatasi :



Prinsip "Zero Trust" 


Jangan pernah percaya siapa pun yang meminta kode OTP, PIN, atau data kartu (CVC). Pihak bank asli tidak akan pernah menanyakan itu, begitupun dengan kantor pajak, pemerintahan dan lainnya. Tidak akan ada pihak resmi yang meminta kode melalui aplikasi Whatsapp maupun telepon.


Tutup & Hubungi Balik


Jika merasa ragu, segera tutup teleponnya. Cari nomor resmi Call Center bank tersebut di balik kartu ATM atau di aplikasi M-Banking kamu, lalu telepon untuk konfirmasi.



4. Bahaya Public Wi-Fi (Evil Twin Attack)


Wi-Fi gratis di kafe atau bandara memang menggoda, tapi bisa jadi itu adalah jebakan untuk mengintip aktivitasmu.


Skenario Contoh :


Kamu connect ke Wi-Fi bernama "Free_Cafe_WiFi". Ternyata itu bukan milik kafe, tapi milik hacker yang duduk di pojok pakai laptop. Saat kamu login ke m-banking, data kamu lewat melalui laptop si hacker.


Cara Mengatasi:


Gunakan VPN


Jika terpaksa pakai Wi-Fi umum, aktifkan VPN (Virtual Private Network). VPN akan mengenkripsi data kamu sehingga hacker cuma bisa lihat kode acak yang nggak bisa dibaca.


Utamakan Data Seluler


Untuk transaksi perbankan atau belanja, lebih aman pakai kuota internet sendiri daripada Wi-Fi gratisan, ingat prinsip untuk tidak mempercayai siapapun dalam hal privasi.



5. Digital Footprint (Jejak Digital) di Media Sosial


Kadang kita sendiri yang kasih "kunci" ke penipu lewat postingan kita.


Skenario Contoh


Ada tren "Add Yours" di Instagram seperti "Sebutkan nama panggilan kamu pas kecil" atau "Tanggal lahir dan kota asal". Data ini sering dipakai sebagai jawaban pertanyaan keamanan (Security Questions) untuk reset password akunmu.


Ada juga tren posting foto liburan, kamu upload foto liburan dan tiket pesawat kamu di media social kamu. Tanpa kamu sadari, penipu akan mengambil foto yang berisi identitas kamu pada tiket liburan itu dan mengolah datanya untuk dia melakukan penipuan.


Cara Mengatasi:


Filter Konten


Sebelum posting, tanya ke diri sendiri: "Apakah info ini bisa dipakai buat menebak identitas saya?".


Privasi Akun


Sebisa mungkin kunci akun (Private) dan hanya terima permintaan pertemanan dari orang yang benar-benar kamu kenal di dunia nyata.

 


6. Pemalsuan Identitas


Jengkel ga sih, kalau tiba-tiba ada orang yang mengaku teman chatt kamu untuk pinjam uang? Nah, motif ini seringkali digunakan oleh para penipu dalam melakukan aksinya di media social terutama Whatsapp.


Jika ada orang yang mengaku sebagai individu yang kamu kenal, dan ia menggunakan nama dan foto profil yang sama, pastikan itu benar-benar orang yang kamu kenal.


Terkadang pasti bingung , kamu sudah pastikan ternyata benar itu nomor teman kamu. Namun apakah cukup menjadi alasan kamu kirim uang ke dia? Tentu tidak. Pastikan lagi rekeningnya itu benar nama temanmu yang dimaksud atau bukan.


Jika sudah dipastikan rekeningnya sudah benar atas nama teman kamu, apakah cukup untuk menjadi alasan kamu langsung transfer uang ke dia? Ya, pastinya tidak, Hahaha.


Kamu harus minta teman kamu untuk dating langsung bertemu dengan kamu untuk mendapatkan uang itu walaupun nanti akhirnya tetap melalui transfer, setidaknya kamu bisa yakin bahwa itu benar teman kamu.


Kalau gamau ketemu dengan alasan lagi jauh ajak video call, penipu tidak akan berani video call menampakkan wajah.


Jika penipu berani video call pun, biasanya ia menggunakan AI, nah untuk identifikasinya gampang banget, kamu tinggal ajak ngobrol dulu untuk meyakinkan bahwa benar itu temen kamu, ajak ngobrol dengan membahas hal yang kamu dan teman kamu itu saja yang tahu, biasanya pertemanan pasti punya rahasia kan? Pakai kode-kode Bahasa pertemanan itu, penipu ga akan mengetahui kode rahasia pertemanan kamu.


Penipu 100% tidak akan berani untuk bertemu dengan kamu karna, ya, penipu itu hanya mengaku sebagai teman kamu saja.

 

Privasi Aman, Pikiran Tenang.


Sekarang udah jelas kan? Semua penipuan kuncinya tetap di individu kita. Kalau kita melek teknologi dan mau belajar mengantisipasinya, kita ga akan mudah ditipu. Mulai sekarang, yuk jangan mudah percaya dengan siapapun disosial media dan jangan pernah posting informasi pribadi demi kebaikan kita dimasa yang akan dating.


Kalau artikel ini dirasa bermanfaat untuk kamu, jangan lupa untuk bagikan dengan meng-klik tombol share dibawah ini supaya banyak orang yang terhindar dari penipuan online.


Tenang, share link dibawah bukan termasuk Scam kok, Hahaha.


Penulis : M.Alfiansyah, S.Kom

Editor : Red

Komentar

Tampilkan

Terkini