SINGKAP NEWS | BEKASI – Di tengah hiruk-pikuk dinamika politik menjelang Pemilihan Kepala Desa serentak tahun 2026, sebuah kendaraan tua menyita perhatian dan menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Sebuah mobil tua berjenis Land Cruiser berwarna hijau buatan tahun 1965, digadang-gadang memiliki pamor istimewa yang kerap dikaitkan dengan keberuntungan bagi siapa saja yang menggunakannya dalam perjuangan mencalonkan diri menjadi pemimpin desa. Konon, pamor yang melekat pada kendaraan ini disebut-sebut memiliki kaitan sejarah dengan masa kepemimpinan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Jejak sejarah keberadaan mobil ini bermula ketika Baba Ber (Pamas) diberikan kepada almarhum H. Nurja pada tahun 1990 dengan harga beli 2,6 juta rupiah Pada masa itu, H. Nurja yang menggunakan kendaraan ini kelak terpilih dan menjabat sebagai Kepala Desa Kedung Pengawas periode 1990–an.
Pamor keberuntungan yang melekat pada mobil ini pun terus mengalir dari satu tangan ke tangan berikutnya. Pada tahun 2006, mobil ini digunakan oleh H. Nacin dalam pencalonan Kepala Desa Kedung Pengawas, dan beliau pun berhasil memenangkan kontestasi serta dilantik menjabat sebagai Kepala Desa periode tersebut.
Rekam jejak serupa terulang kembali pada tahun 2012, ketika kendaraan ini dipercayakan kepada Nurman. Dalam perhelatan Pilkades saat itu, Nurman pun berhasil meraih kemenangan dan menjabat sebagai Kepala Desa Kedung Jaya periode 2012–2018.
Keajaiban serupa kembali tercatat pada tahun 2018, giliran H. Nasarudin yang menggunakan mobil ini dalam perjuangannya memperebutkan kursi Kepala Desa Kedung Pengawas, dan beliau pun sukses meraih amanah masyarakat untuk memimpin desa tersebut pada periode 2018–2026. Di tahun yang sama, pamor kendaraan ini kembali mendampingi Nurman yang kembali maju dalam pencalonan Kepala Desa Kedung Jaya dan kembali meraih kepercayaan warga untuk memimpin desa tersebut.
Kini, menjelang Pemilihan Kepala Desa tahun 2026, mobil legendaris itu kembali turun ke lapangan dan dipercaya oleh empat bakal calon kepala desa dari empat desa berbeda di wilayah Kecamatan Babelan. Keempat tokoh tersebut adalah Barata yang maju di Desa Muara Bakti, Braja di Desa Kedung Jaya, Brani di Desa Kedung Pengawas, serta Gas Paten di Desa Sukatenang.
Masyarakat setempat pun berharap, meskipun masing-masing memiliki pilihan yang berbeda, pamor yang melekat pada kendaraan legendaris ini membawa berkah bagi seluruh wilayah, serta melahirkan pemimpin-pemimpin yang amanah, mampu membawa kemajuan, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Kecamatan Babelan.
Vin,-



